Bagi dosen, peneliti, maupun akademisi, menulis buku bisa menjadi salah satu cara untuk membagikan ilmu dan memperluas manfaat dari hasil pemikiran atau penelitian. Namun, sebelum menerbitkan buku, ada satu hal yang sering bikin bingung: sebaiknya naskah kita masuk ke jenis buku ajar, buku referensi, atau monograf?
Ketiganya sama-sama berkaitan dengan karya ilmiah, tetapi memiliki tujuan dan karakter yang berbeda. Karena itu, memilih jenis buku sebaiknya tidak hanya berdasarkan judul atau keinginan penulis, tetapi disesuaikan dengan tujuan dan isi naskah.
Buku ajar dibuat terutama untuk mendukung proses pembelajaran. Isinya biasanya disusun secara sistematis berdasarkan materi atau capaian pembelajaran suatu mata kuliah. Bahasa yang digunakan juga dibuat lebih terstruktur dan mudah diikuti oleh mahasiswa.
Bagi dosen, buku ajar bisa menjadi pendamping dalam kegiatan perkuliahan. Materi yang selama ini disampaikan di kelas dapat dikembangkan menjadi buku sehingga mahasiswa memiliki sumber belajar yang lebih terarah.
Berbeda dengan buku ajar, buku referensi ditujukan sebagai sumber rujukan ilmiah yang lebih luas dan mendalam. Pembahasannya tidak harus mengikuti alur satu mata kuliah tertentu, sehingga cakupan topiknya dapat lebih luas.
Buku referensi cocok bagi penulis yang ingin menyajikan konsep, teori, informasi, atau pembahasan keilmuan secara lebih komprehensif. Buku ini dapat digunakan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pembaca lain yang membutuhkan rujukan mengenai bidang tertentu.
Sementara itu, monograf biasanya berfokus pada satu topik atau permasalahan khusus secara lebih mendalam. Materinya dapat berasal dari hasil penelitian atau kajian penulis yang kemudian dikembangkan menjadi pembahasan yang lebih terfokus.
Karena membahas satu tema tertentu secara mendalam, monograf cocok bagi akademisi atau peneliti yang memiliki hasil penelitian dengan topik spesifik dan ingin mendokumentasikan temuan tersebut dalam bentuk buku.
Jawabannya kembali pada tujuan dan karakter naskahmu. Kalau buku ditujukan untuk mendukung pembelajaran mata kuliah, buku ajar bisa menjadi pilihan. Kalau ingin menghadirkan sumber rujukan yang lebih luas, buku referensi dapat dipertimbangkan. Sedangkan jika ingin membahas satu topik khusus berdasarkan kajian atau penelitian secara mendalam, monograf bisa menjadi pilihan.
Jadi, jangan asal pilih jenis buku. Kenali dulu isi, tujuan, dan target pembacanya agar naskah yang diterbitkan benar-benar sesuai dengan bentuk bukunya.
Kalau masih bingung menentukan jenis buku yang paling sesuai dengan naskahmu, konsultasikan dulu sebelum diterbitkan. Karena buku yang baik bukan hanya soal isi yang bagus, tetapi juga bagaimana karya tersebut dikemas sesuai dengan tujuan dan pembacanya.
Zahira Media Publisher © 2021