Menyelesaikan tesis atau disertasi bukanlah perjalanan yang singkat. Ada banyak waktu, tenaga, pemikiran, revisi, dan proses panjang yang sudah dilewati hingga akhirnya penelitian tersebut selesai. Namun, setelah sidang dan dinyatakan lulus, tidak jarang naskah tesis atau disertasi hanya tersimpan di laptop, hard disk, atau perpustakaan kampus. Padahal, penelitian yang sudah dikerjakan dengan susah payah tersebut masih bisa dikembangkan menjadi karya yang lebih luas manfaatnya, salah satunya melalui penerbitan buku.
Mengubah tesis atau disertasi menjadi buku bisa menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun akademisi yang ingin membuat hasil penelitiannya lebih mudah dipahami oleh pembaca. Jika tesis dan disertasi biasanya menggunakan gaya penulisan yang sangat akademis dan mengikuti struktur penelitian, buku dapat dikemas dengan bahasa yang lebih mengalir, ringkas, dan nyaman dibaca tanpa menghilangkan gagasan utama serta hasil penelitian yang ada di dalamnya.
Tesis dan disertasi memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan buku. Dalam karya ilmiah, penulis perlu mengikuti sistematika penelitian secara ketat, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, metode penelitian, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan. Sementara itu, buku memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk menyampaikan sebuah gagasan kepada pembaca.
Karena itu, proses konversi tesis atau disertasi menjadi buku membutuhkan penyesuaian. Beberapa bagian yang terlalu teknis dapat diringkas, pembahasan dapat disusun kembali agar lebih mengalir, dan bahasa akademik yang terlalu kaku dapat disesuaikan menjadi bahasa yang lebih komunikatif. Tujuannya bukan untuk mengurangi kualitas ilmiah penelitian, tetapi justru membuat pengetahuan yang ada di dalamnya dapat diterima oleh pembaca yang lebih luas.
Bayangkan saja, penelitian yang selama ini hanya dibaca oleh dosen pembimbing, penguji, atau pembaca di perpustakaan kampus, kini bisa dikemas menjadi sebuah buku yang dapat dibaca oleh mahasiswa lain, praktisi, pendidik, peneliti, maupun masyarakat yang tertarik dengan topik tersebut.
Salah satu keuntungan mengubah tesis atau disertasi menjadi buku adalah penulis tidak perlu menulis semuanya dari awal. Bahan utama sebenarnya sudah tersedia dalam penelitian yang telah diselesaikan. Data, teori, hasil penelitian, pembahasan, dan berbagai referensi yang telah dikumpulkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan buku.
Tentu saja, bukan berarti naskah tesis atau disertasi bisa langsung dicetak begitu saja. Tetap diperlukan proses penyuntingan dan penyesuaian agar hasil akhirnya benar-benar memiliki karakter sebagai buku. Namun, keberadaan naskah penelitian membuat proses pengembangan menjadi lebih terarah karena penulis sudah memiliki fondasi isi yang kuat.
Bagi kamu yang merasa bingung, “Kalau tesis saya mau dijadikan buku, bagian mana yang harus diubah?”, proses tersebut bisa dikonsultasikan terlebih dahulu. Dengan begitu, penulis dapat mengetahui bagian mana yang perlu dipertahankan, diringkas, dikembangkan, atau disusun ulang.
Dalam proses mengubah tesis atau disertasi menjadi buku, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah penyuntingan naskah. Penyuntingan dilakukan untuk memastikan tulisan lebih rapi, konsisten, dan nyaman dibaca. Kesalahan penulisan, struktur kalimat, penggunaan istilah, hingga konsistensi penyajian dapat diperiksa kembali.
Selanjutnya ada penyesuaian bahasa. Bahasa yang digunakan dalam tesis atau disertasi umumnya sangat akademis karena ditujukan untuk kebutuhan penelitian. Ketika diubah menjadi buku, gaya bahasa dapat dibuat lebih komunikatif sehingga pembaca tidak merasa sedang membaca laporan penelitian yang sangat formal.
Kemudian ada layout atau tata letak buku. Isi yang sudah disusun perlu ditampilkan dengan format yang rapi dan proporsional. Penataan judul bab, subbab, paragraf, tabel, gambar, dan elemen lainnya akan membuat buku terlihat lebih profesional serta memberikan pengalaman membaca yang lebih nyaman.
Tidak kalah penting adalah desain sampul. Sampul merupakan bagian pertama yang dilihat oleh calon pembaca. Karena itu, desain perlu dibuat sesuai dengan tema dan karakter isi buku sehingga mampu memberikan gambaran mengenai topik yang dibahas sekaligus membuat buku terlihat menarik.
Setelah naskah selesai disiapkan, proses penerbitan dapat dilanjutkan dengan ISBN dan pencetakan buku. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat hadir dalam bentuk buku yang lebih siap untuk didistribusikan dan dimanfaatkan.
Ada kepuasan tersendiri ketika melihat hasil penelitian yang selama ini dikerjakan berubah menjadi sebuah buku. Bukan hanya karena bentuknya berbeda, tetapi karena gagasan yang ada di dalam penelitian tersebut memiliki kesempatan untuk terus dibaca dan dimanfaatkan.
Tesis atau disertasi merupakan dokumentasi dari sebuah proses intelektual yang panjang. Di dalamnya terdapat pemikiran, temuan, analisis, dan pengetahuan yang mungkin relevan bagi orang lain. Dengan mengembangkannya menjadi buku, penulis memiliki kesempatan untuk memberikan kehidupan baru pada penelitian tersebut.
Bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan pendidikan, buku dari tesis atau disertasi juga dapat menjadi salah satu bentuk portofolio akademik. Sementara bagi dosen dan peneliti, buku dapat menjadi media untuk mendokumentasikan keilmuan sekaligus berbagi pengetahuan dengan pembaca yang lebih luas.
Masih berpikir bahwa menerbitkan buku itu harus punya ide baru dari nol? Tidak selalu. Kalau kamu sudah memiliki tesis atau disertasi, sebenarnya kamu sudah memiliki bahan yang sangat berharga untuk dikembangkan.
Yang dibutuhkan selanjutnya adalah bagaimana mengolah penelitian tersebut menjadi naskah buku yang lebih ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Prosesnya dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari menentukan konsep buku, menyusun ulang struktur, menyunting isi, menyesuaikan bahasa, hingga menyiapkan desain dan kebutuhan penerbitan.
Jadi, daripada tesis atau disertasimu hanya tersimpan di folder laptop dengan nama file seperti “FINAL_REVISI_FIX_BANGET.pdf” yang akhirnya jarang dibuka lagi, kenapa tidak diberi kesempatan untuk menjadi sebuah buku? ????????
Tesis dan disertasi bukan akhir dari perjalanan penelitian. Bisa jadi, justru itu adalah awal dari lahirnya sebuah buku.
Jika kamu memiliki tesis atau disertasi yang ingin dikembangkan menjadi buku, Zahira Media Publisher siap membantu prosesnya, mulai dari penyuntingan naskah, penyesuaian bahasa, layout, desain sampul, hingga ISBN dan cetak.
???? Punya tesis atau disertasi? Yuk, konsultasikan naskahmu!
???? WhatsApp: 0812-3960-9371
Zahira Media Publisher — karena penelitian yang sudah kamu perjuangkan, layak punya cerita yang lebih panjang.
Zahira Media Publisher © 2021