
Mutia Nur Azizah
Di tengah rumah yang perlahan kehilangan suara percakapan, sebuah sudut kecil yang terlupakan justru menjadi awal perubahan. Berawal dari rak sederhana dan beberapa buku lama, keluarga kecil itu mencoba menemukan kembali cara untuk saling hadir—bukan hanya berada di rumah yang sama, tetapi benar-benar saling mendengar.
Saat Ayah sibuk dengan koran paginya, Ibu lelah dengan rutinitas, Dimas tenggelam dalam dunia gawai, dan Lala tumbuh di tengah layar yang terus menyala, rumah mereka perlahan berubah menjadi tempat yang sunyi meski penuh suara. Hingga sebuah ide sederhana lahir: membuat pojok literasi keluarga.
Namun perubahan tidak datang dengan mudah. Ada jarak yang harus dipulihkan, kebiasaan lama yang kembali menarik, hingga rahasia dari sebuah buku tua yang diam-diam mengubah cara Dimas memandang keluarganya sendiri.
Sedikit demi sedikit, pojok kecil itu mulai menghadirkan sesuatu yang sudah lama hilang: percakapan, tawa, dan kehangatan. Bahkan, tanpa mereka sadari, sudut rumah itu mulai membuka pintu bagi banyak anak lain untuk datang, membaca, dan menemukan rumah kedua dalam cerita-cerita sederhana.
Pojok Literasi Keluarga adalah novel hangat tentang keluarga, kebiasaan kecil, dan bagaimana buku mampu mendekatkan orang-orang yang sempat saling jauh dalam diam. Sebuah kisah sederhana yang mengingatkan bahwa kadang, perubahan besar bisa dimulai dari satu sudut rumah yang akhirnya diberi kehidupan.
Zahira Media Publisher © 2021