Product Image
Product Image

Pojok Literasi Keluarga

Mutia Nur Azizah, Muhammad Nafish Irwansyah, Gita Herlina Sari, dkk

0.0 ☆☆☆☆☆

Rp 50.000

Pojok Literasi Keluarga bercerita tentang sekelompok mahasiswa—Nafish, Mutia, Gita dan kawan-kawan—yang datang ke sebuah kampung kota yang sempit dan padat untuk mewujudkan mimpi sederhana: membangun pojok baca di rumah seorang warga bernama Bu Puji. Dari lorong gang becek, rumah petak sempit, dan tumpukan buku sumbangan, lahirlah sebuah pojok literasi keluarga yang pelan-pelan menjadi ruang aman bagi anak-anak, ibu-ibu, remaja, hingga para ayah untuk belajar dan bermimpi bersama.

Melalui kisah-kisah di setiap bab, pembaca diajak menyaksikan proses yang tidak selalu mulus: bagaimana para mahasiswa menyapa para ibu dan mendengarkan kegelisahan mereka tentang masa depan anak, menemani anak-anak menjelajah dunia imajinasi lewat cerita dan gambar, sampai menyaksikan lahirnya “guru tanpa gelar” dari kalangan orang tua, ayah sopir ojek, dan remaja gang yang perlahan berani berdiri di depan karpet dan membacakan cerita. Pojok ini bukan hanya soal buku, tetapi juga tentang aturan sederhana “jaga buku, jaga hati”, tentang keberanian ibu menulis surat untuk dirinya sendiri, dan anak yang untuk pertama kalinya bercerita di depan teman-temannya.

Buku ini juga jujur menggambarkan aneka tantangan: atap bocor dan banjir kecil yang mengancam rak dan karpet, protes tetangga karena gang dianggap terlalu ramai, kekhawatiran guru sekolah, buku yang hilang, kejenuhan anak-anak, sampai benturan waktu dan tenaga tim mahasiswa yang harus membagi diri antara kuliah dan pengabdian. Di tengah hiruk-pikuk kota, pojok literasi diuji: apakah ia hanya proyek sementara, atau benar-benar bisa menjadi milik warga sendiri.

Pada akhirnya, Pojok Literasi Keluarga menunjukkan bagaimana komunitas perlahan mengambil alih: ibu-ibu membentuk “arisan bacaan”, remaja mengajak teman ngobrol soal masa depan, ayah ikut menjaga dan bercerita, RT mengakui pojok ini sebagai bagian kegiatan kampung, dan anak-anak mulai membuat “cabang liar” pojok baca di kamar mereka sendiri. Pojok kecil di rumah Bu Puji tumbuh menjadi simbol bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf, tetapi cara keluarga menyulam mimpi bersama dan menjaga martabat di tengah keterbatasan ruang dan ekonomi. Dari sudut sempit di sebuah gang kota, buku ini mengajak pembaca percaya bahwa perubahan besar bisa berawal dari satu karpet tipis, rak miring, dan keberanian beberapa orang untuk memulai langkah pertama.


Stok
: 0
Kode ISBN
: -
Institusi
: Tidak ada
Bidang Ilmu
: Tidak ada
Halaman
: 94
Ukuran
: 14,85 x 21 cm
Tahun
: 2025

alternative :
Beli via Whatsapp

Ulasan Pengguna (0)

Buku lainnya