
Aditia Fradito
Budaya Organisasi dibahas mulai dari pengertiannya sebagai sistem nilai, norma, keyakinan, dan perilaku yang dianut bersama oleh anggota organisasi, yang membentuk identitas dan membedakan satu organisasi dari organisasi lain. Penulis merujuk pandangan sejumlah ahli seperti Robbins, Sutrisno, dan Kamaroellah untuk menjelaskan fungsi budaya organisasi (sebagai penentu batas, pembentuk identitas, perekat komitmen, penjaga stabilitas sosial, serta mekanisme kontrol perilaku) dan karakteristiknya (inovasi dan pengambilan risiko, perhatian pada detail, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, agresivitas, dan stabilitas).
Bagian implementasi budaya organisasi diuraikan melalui lima dimensi utama:
Pembahasan budaya organisasi ini juga diperkaya dengan perspektif Islam, merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an seperti QS Al-Hujurat: 13 tentang keberagaman manusia dan QS Al-Fajr: 14 tentang pengawasan Allah, untuk mengaitkan nilai-nilai organisasi dengan nilai keagamaan.
Organizational Citizenship Behavior (OCB) dijelaskan sebagai perilaku sukarela anggota organisasi yang melampaui tugas formalnya demi mendukung efektivitas organisasi. Buku ini membagi OCB menjadi dua jenis: OCB-O, yang bermanfaat bagi organisasi secara umum (dimensi conscientiousness, civic virtue, sportsmanship), dan OCB-I, yang bermanfaat langsung bagi individu lain (dimensi altruism, courtesy, peacekeeping, cheerleading). Selain itu, dibahas pula manfaat OCB bagi efektivitas organisasi (menurut Podsakoff dkk.), seperti peningkatan produktivitas rekan kerja dan manajerial, efisiensi penggunaan sumber daya, serta stabilitas kinerja organisasi — dan faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan OCB, yaitu supervisi, komitmen tugas, dan kepuasan kerja.
Zahira Media Publisher © 2021