Membaca buku sering dianggap sebagai aktivitas yang berat dan melelahkan. Tidak sedikit orang yang sudah berniat membaca, tetapi baru beberapa halaman justru merasa bosan atau kehilangan fokus. Padahal, membaca seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mampu memperbaiki suasana hati. Kuncinya bukan pada seberapa tebal buku yang dibaca, melainkan pada cara dan suasana saat membacanya.
Berikut beberapa tips membaca buku agar mood tetap asyik dan minat baca bisa terjaga.
Setiap orang memiliki kondisi emosional yang berbeda-beda. Saat sedang lelah atau stres, membaca buku dengan topik berat justru bisa memperburuk mood. Oleh karena itu, pilihlah bacaan yang sesuai dengan suasana hati. Novel ringan, cerita inspiratif, atau buku self-healing bisa menjadi pilihan saat ingin bersantai. Sementara itu, buku akademik atau nonfiksi mendalam lebih cocok dibaca ketika pikiran sedang segar.
Membaca tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Luangkan 10–15 menit setiap hari sudah cukup untuk membangun kebiasaan membaca. Pola membaca singkat namun rutin jauh lebih efektif dibandingkan membaca lama tetapi jarang. Dengan cara ini, membaca tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai rutinitas yang menyenangkan.
Agar membaca terasa lebih istimewa, ciptakan ritual kecil sebelum membaca. Misalnya dengan menyiapkan secangkir kopi atau teh, duduk di tempat yang nyaman, atau memutar musik instrumental pelan. Ritual ini membantu otak mengenali bahwa membaca adalah momen relaksasi, sehingga mood lebih mudah terbentuk.
Gangguan seperti notifikasi ponsel atau media sosial sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus saat membaca. Cobalah menjauhkan ponsel atau mengaktifkan mode senyap selama sesi membaca. Tidak perlu lama, cukup selama waktu membaca berlangsung. Fokus yang terjaga akan membuat pengalaman membaca lebih mendalam dan menyenangkan.
Membaca akan terasa lebih hidup jika pembaca ikut terlibat secara aktif. Tandai kalimat menarik, renungkan maknanya, atau hubungkan isi buku dengan pengalaman pribadi. Dengan begitu, membaca bukan sekadar aktivitas visual, tetapi juga proses berpikir yang memberi kepuasan tersendiri.
Salah satu kesalahan umum adalah memaksakan diri membaca hingga benar-benar lelah. Sebaiknya berhenti saat rasa penasaran masih ada. Cara ini justru membuat keinginan untuk melanjutkan membaca di waktu berikutnya semakin besar.
Jika sebuah buku terasa membosankan dan tidak sesuai dengan minat, tidak ada salahnya untuk berhenti dan mengganti bacaan lain. Membaca bukan perlombaan dan tidak ada kewajiban untuk menyelesaikan semua buku. Yang terpenting adalah menikmati proses membaca itu sendiri.
Membaca buku seharusnya menjadi aktivitas yang memberi ketenangan, inspirasi, dan kebahagiaan. Dengan memilih bacaan yang tepat, menciptakan suasana nyaman, serta membaca sesuai kemampuan diri, mood membaca akan tetap terjaga. Ingatlah bahwa membaca adalah perjalanan personal nikmati setiap halamannya tanpa paksaan.
Zahira Media Publisher © 2021