Di tengah tuntutan produktivitas akademik yang tinggi, banyak dosen mencari cara menerbitkan buku yang lebih cepat, hemat biaya, tapi tetap diakui secara resmi. Salah satu solusinya adalah menerbitkan buku dalam bentuk e-book ber-E-ISBN. Artikel ini membahas mengapa e-book menjadi pilihan efisien bagi dosen dan bagaimana proses penerbitannya.
E-ISBN (Electronic International Standard Book Number) adalah kode identifikasi resmi yang khusus diberikan untuk buku dalam format digital atau elektronik. Sama seperti ISBN untuk buku cetak, E-ISBN diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dan memiliki kekuatan pengakuan yang setara untuk kebutuhan akademik.
Tanpa proses cetak fisik, tahapan produksi e-book jauh lebih singkat. Dosen bisa mendapatkan buku ber-E-ISBN dalam waktu yang lebih pendek dibanding buku cetak konvensional.
E-book tidak memerlukan biaya cetak, distribusi fisik, maupun penyimpanan stok. Ini menjadikannya pilihan hemat, terutama bagi dosen yang menerbitkan secara mandiri atau dengan dana terbatas.
E-book dapat langsung diunggah ke platform digital dan diakses oleh mahasiswa maupun akademisi lain dari mana saja, tanpa terkendala jarak atau ketersediaan stok fisik.
Selama diterbitkan melalui penerbit resmi dan terdaftar E-ISBN di Perpusnas, e-book memiliki pengakuan yang sama dengan buku cetak untuk kebutuhan pengajuan angka kredit jabatan fungsional dosen.
Susun naskah dalam format yang rapi (umumnya Word atau PDF), pastikan sudah melalui pengecekan plagiarisme, dan tentukan kategori buku (buku ajar, referensi, atau monograf).
Pastikan penerbit memiliki layanan khusus e-book dan berpengalaman mengurus pengajuan E-ISBN, bukan hanya ISBN cetak.
Meski lebih cepat dari buku cetak, e-book tetap melalui proses penyuntingan dan layout digital agar nyaman dibaca di berbagai perangkat (PDF, e-reader, maupun aplikasi baca digital).
Penerbit akan mengajukan permohonan E-ISBN ke Perpusnas dengan melampirkan naskah final digital dan data kelengkapan penulis.
Setelah E-ISBN terbit, buku dapat langsung dipublikasikan di platform digital, situs penerbit, atau kanal distribusi e-book lainnya—tanpa menunggu proses cetak.
Dibandingkan buku cetak yang membutuhkan 1–3 bulan, proses penerbitan e-book ber-E-ISBN umumnya bisa selesai lebih singkat, tergantung kecepatan proses editorial dan antrean pengajuan E-ISBN di Perpusnas.
Menerbitkan buku dalam bentuk e-book ber-E-ISBN adalah solusi efisien bagi dosen yang ingin berkarya secara akademik tanpa terbebani proses cetak yang panjang dan biaya besar. Dengan tetap diakui secara resmi untuk kebutuhan angka kredit, e-book menjadi alternatif yang relevan di era digital saat ini.
Bagi dosen yang ingin menerbitkan buku ajar, referensi, atau monograf dalam format digital, pastikan bekerja sama dengan penerbit yang berpengalaman mengurus E-ISBN dari naskah hingga publikasi.
Zahira Media Publisher © 2021